
Kementerian Pertanian Perkuat Sinergi dengan TNI AD Akselerasi Swasembada Pangan
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung prioritas nasional Swasembada Pangan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) bersama TNI AD berkomitmen untuk menjalankan langkah-langkah strategis guna mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Mentan Amran menyampaikan bahwa percepatan swasembada pangan membutuhkan sinergi antara Kementan, TNI AD, Kementerian PU, dan lembaga terkait lainnya. Ia menekankan bahwa TNI AD tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga terlibat langsung dalam pengawalan program peningkatan produksi padi di lapangan. “Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan program swasembada berjalan sesuai arahan Presiden, yakni swasembada sesingkat-singkatnya tanpa korupsi dan manipulasi,” ujar Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan bersama TNI AD yang digelar di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/12/2024)
Kolaborasi ini menjadi langkah awal percepatan swasembada pangan. “Hari ini kami menandatangani komitmen untuk mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya sesuai arahan Presiden. Pemerintah juga telah meningkatkan anggaran Kementan dari Rp6,9 triliun menjadi Rp29 triliun untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan. Sebanyak Rp12 triliun dialokasikan untuk perbaikan sistem irigasi primer, sekunder, dan tersier melalui skema swakelola. “Perbaikan saluran irigasi ini akan memungkinkan peningkatan jumlah panen dari satu kali tanam menjadi tiga kali tanam per tahun,” ungkap Mentan.
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tandyo Budi Revita, mengapresiasi strategi besar yang dirancang oleh Kementan. Menurutnya, salah satu langkah utama yang diambil adalah mengoptimalkan sawah yang sudah ada, sehingga dari dua kali tanam dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam melalui perbaikan sistem irigasi. Wakasad Letjen Tandyo juga menekankan pentingnya keterlibatan TNI AD dalam ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan elemen penting dalam strategi pertahanan negara. “Ketahanan pangan menjadi prioritas utama di bawah visi besar Presiden yang menekankan kemandirian bangsa, sebagai langkah awal untuk menghadapi berbagai ancaman di masa depan,” ungkapnya.
Sejalan dengan Mentan Amran, Wakasad Letjen Tandyo menegaskan bahwa program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektoral yang kuat. Semua kementerian dan lembaga harus saling terhubung. TNI AD bersama Kementan dan Kementerian PU siap bekerja sama untuk mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya.
Rapat Koordinasi Swasembada Pangan ini dihadiri oleh lebih dari 1.500 peserta, baik secara daring maupun luring. Sebanyak 781 peserta hadir secara fisik di lokasi acara, seperti halnya seluruh Penanggung Jawab kegiatan Opla, Cetak Baik Provinsi maupun kabupaten, Dandim Seluruh Indonesia, Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten, termasuk halnya Kepala BPSIP Sumsel Dr. Suharyanto, SP, MP yang hadir secara langsung. Hal ini tentunya menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi dari berbagai pihak dalam mendukung program strategis ini. (MDS, Ssw)